Monday, June 16, 2014

Angkasa





Pernahkah kamu mempunyai seseorang yang dapat kau bagi semua kisah dalam hidupmu?
Pernahkah kamu mempunyai seseorang yang dimana ia berada, disitulah kamu dapat menjadi dirimu sendiri?
Pernahkah kamu mempunyai seseorang yang dapat kamu ajak berbagi semua rahasia?

Ya. Aku memilikinya.
Seorang laki-laki bertubuh tinggi bidang, yang pandai berdebat, berego tinggi, namun cukup dewasa untuk laki-laki seusianya.
Seorang laki-laki yang mempunyai impian menjadi pelaut yang berdiri gagah diatas Kapal Dewaruci.
Seorang laki-laki yang sudah mencuri banyak hati wanita dengan bentuk tubuhnya yang begitu menawan.
Seorang laki-laki yang penuh perhatian.
Hal terakhir itulah yang membuat wanita di sekelilingnya sering salah memahaminya.
Ia yang selalu mempergunakan logika, dan wanita-wanita yang selalu mempergunakan perasaan mereka.
Inilah yang membuat orang lain kerap kali salah menilai dirinya.

Terkadang aku juga tidak habis pikir dengan pemikiran banyak orang di sekitarku.
Mengapa mereka kerap kali berpikiran sempit dengan menanyakan;
“Kenapa kamu nggak sama dia aja?”
Yah, suatu pertanyaan yang cukup wajar.
Namun terkadang, hubungan seorang perempuan dan laki-laki tidak sebatas hanya untuk menjalin hubungan percintaan saja.
Terkadang yang kamu butuhkan hanyalah seorang sahabat yang selalu menemanimu.
Meskipun ia bukan kekasihmu…


Kami tertawa bahagia ditemani secangkir kopi dan teh.
Berceloteh tentang apa saja.
Hal yang selalu kami lakukan ketika bertemu.

Aku menopang dagu dan menatap tawanya. Memperhatikan lesung pipinya yang terlihat setiap kali ia tertawa.
Meskipun hanya memiliki hubungan sebagai sahabat, suatu hal yang wajar kan bila aku selalu merasa bahagia ketika bersamanya?

Aku menutup mata dengan senyum di bibirku. Mencoba mengingat banyak kisahnya dengan perempuan-perempuan di sekelilingnya.
Mencoba mengingat, betapa berbedanya pemikiran seorang adam dan seorang hawa…


Will be available soon in book stores "Angkasa" by Yuna Applegate.

Wednesday, June 11, 2014

Coldplay - A Sky Full of Stars



I love this song soooooooooo much!
Sky and Stars... I never though that there will be a song that contains my favorite things :"D
I always love listening to this song in the middle night, using headset, and closing my eyes. Feel like I fly away in the sky full of stars.
And here is the lyric, enjoy! :)



A Sky Full Of Stars

'Cause you're a sky, 'cause you're a sky full of stars
I'm gonna give you my heart
'Cause you're a sky, 'cause you're a sky full of stars
'Cause you light up the path

I don't care, go on and tear me apart
I don't care if you do, ooh
'Cause in a sky, 'cause in a sky full of stars
I think I saw you

'Cause you're a sky, 'cause you're a sky full of stars
I wanna die in your arms
'Cause you get lighter the more it gets dark
I'm gonna give you my heart

I don't care, go on and tear me apart
I don't care if you do, ooh
'Cause in a sky, 'cause in a sky full of stars
I think I see you
I think I see you

You're a sky, you're a sky full of stars
Such a heavenly view
You're such a heavenly view

Sunday, June 8, 2014

Let Go and Move On!



Siapa sih yang belum pernah patah hati? Saya pikir semuanya pasti pernah merasakan setidaknya satu kali seumur hidup. Seringkali kita, bahkan saya dulu bertanya-tanya
Apakah ini yang saya dapatkan setelah berusaha dan berjuang sekian lama? Hanya sakit kah yang saya dapatkan?”

Nah sekarang, coba baca potongan kalimat dibawah ini:

a young boy proposed to a girl.. but sadly, she rejected him. 
however he was not sad, and his friend asked him “why aren’t you sad?”
the young boy replied, “why should I feel sad? I lost one who never loved me, but she lost someone who really loved her

Saya tidak sengaja menemukan kata-kata ini di Tumblr.
Khususnya buat yang lagi patah hati nih, gimana perasaannya setelah membaca kata-kata di atas?
Benar sekali, jika kita melihat dari sisi yang berbeda, kita bukanlah pihak yang merugi karena cinta kita yang bertepuk sebelah tangan. Namun, mereka lah yang merugi karena telah kehilangan orang yang sangat mencintai mereka.

Sering kali ketika kita tahu cinta kita bertepuk sebelah tangan, hidup ini terasa suram dan tanpa arah. Hal ini terkadang malah membuat orang-orang yang peduli dengan kita menjauh karena kita yang tidak bersemangat dan terlalu berlarut dalam kesedihan. Padahal, jika kita terlarut dalam kesedihan, diri kita seorang lah yang paling merugi. Apalagi jika orang yang kita cintai telah bahagia dengan orang lain. Mungkin mereka tidak akan peduli dengan keadaan kita yang diam-diam terjatuh dan tersakiti oleh kebahagiaan mereka.

Kenapa kita harus menghukum diri kita sendiri dengan cara terpuruk seperti itu? Bukankah lebih baik kita menjadikan itu sebagai tantangan untuk diri kita, bahwa kita bisa bangkit dan merubah diri menjadi lebih baik?
Daripada sedih dan pusing berlarut-larut, alangkah lebih baiknya jika kita bangkit dan merubah diri menjadi sosok yang lebih baik lagi. Karena ini adalah ‘balas dendam’ terbaik untuk menunjukkan pada mereka bahwa kita adalah sosok yang kuat. (Karena galau karena lawan jenis sudah terlalu mainstream! :p)
Dan yang paling penting, demi diri kita sendiri. Dengan menjadi sosok yang lebih baik, kita pasti akan menarik pasangan yang lebih baik pula :)

Saya selalu percaya, bahwa Allah pasti selalu menyiapkan yang terbaik untuk kita. Namun, kita juga harus berusaha untuk menjadikan diri kita untuk pantas mendapatkan yang lebih baik. Seperti dalam janji-Nya dalam surat Annur ayat 26:
“….wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…”


Mungkin bagi sebagian orang jika diajak merubah diri, ia pasti berkata “Kita kan harus jadi diri sendiri. Gak boleh munafik.” Sebenernya, kata-kata ‘be yourself’ yang sering kita dengar ini menjebak lho.  Karena secara tidak sadar, kata-kata itu seringkali menghambat kita untuk merubah diri kita menjadi sosok yang lebih baik.
Don’t be yourself, but be your-best-self.  Kalau kita masih bisa berubah menjadi yang lebih baik yaa kenapa tidak? :)
(Untuk lebih jelasnya, bisa baca di postingan saya sebelumnya. Don't be Yourself)

Kini, setelah kejadian yang mematahkan hati itu, saya mempunyai motivasi tersendiri untuk berubah menjadi lebih baik. Saya ingin membuktikan kepada mereka, dan seluruh dunia bahwa saya bisa menjadi sosok yang lebih baik lagi. Lebih mandiri, lebih pintar, lebih sholehah, dan yang terpenting dapat menempatkan perasaan saya pada tempatnya.
Sekarang, saya sudah mulai dapat mengikhlaskan. Saya sudah tidak peduli dengan mereka. Biarlah mereka bahagia, dan saya pun akan menggapai kebahagiaan saya sendiri. Walaupun ada kekecewaan yang mendalam, tapi karena merekalah saya dapat berubah.

Ingat. Ikhlas atau tidak ikhlas, yang pergi akan tetap pergi. Yang sudah terjadi, akan tetap terjadi.

Daripada langkah kita terasa semakin berat dan terbebani, mari coba kita belajar untuk lebih ikhlas dan melepaskan. Karena hanya hal itulah yang akan membuat segalanya menjadi lebih ringan dan indah.

Dan sekarang, saya bisa menjawab pertanyaan saya pada paragraf pertama tadi.
Apakah ini yang saya dapatkan setelah berusaha dan berjuang sekian lama? Hanya sakit kah yang saya dapatkan?

Tidak. Namun saya mendapat pelajaran berharga. Jika saya tidak merasakan kejadian itu, saya mungkin tidak dapat menyadari bahwa teman-teman saya begitu berharga. Saya tidak mungkin kuat menghadapi itu sendirian kalau mereka tidak menguatkan saya setiap saat.
Jika saya tidak merasakan kejadian itu, saya mungkin akan selalu memakai perasaan saya tanpa menggunakan logika. Dan jika saya tidak merasakan kejadian itu, saya mungkin tidak bisa sekuat sekarang.
Kuncinya, gunakanlah logika dan perasaanmu sesuai dengan porsinya. Karena ada hal yang dapat kita selesaikan dengan perasaan, namun ada juga hal yang harus kita selesaikan menggunakan logika. Allah memberikan kita perasaan dan juga logika, kenapa hanya menggunakan salah satunya? :)

Friday, June 6, 2014

Don't be Yourself

WHAAAAAT? DON'T BE YOURSELF??
I'D RATHER BE MYSELF THAN SOMEONE ELSE
BLABLABLABLABLAAA


Wait, wait. Calm down :p
That's not like what you think, kok xD tehee

Well, have you ever thought that “Be Yourself phrase would make you getting worse person?
Nope? Okay. I will explain my thoughts about this :)

We often see everywhere, in social media to be exact. That we should be ourselves no matter how bad we are or even don’t give a fck for what other people think about you, just be yourself and soooo many more.

I confess that we are as the human, have our own personality, our own quirky, our own weirdness, or even our own beauty. And we shouldn’t be anyone else but ourselves.
We should be confident with ourselves. With our decision, our mind, and even with our own body.
That’s the good point.

But remember, there’s bad point too.
We will often use that phrase to justify our stupid behavior that would make us worse.
We will don’t know what is right or what is wrong little by little, because we often justify stupid things in the name to be ourselves and don’t give a damn for what other people think.
Whereas, there is any possibility that what their thinking about us will make us being a better person, right?

Sometimes, we need other people’s perspective because they can ‘see’ us better than ourselves. We should be open-minded with other people’s mind and opinion. We are human, not perfect, ever made mistakes. Don’t be trapped only by your own mind. Because sometimes, what we think will not always right.
Always think and decide with logic, not with your heart. Take what good for you, not what comfort you.

That is why, don’t be yourself. But BE YOUR-BEST-SELF.
If you could be better, why you should be like now? ;)